LINTASTIDARNEWS.COM, PURWOREJO-Bunga Kertas atau Kembang Bougenvile diakui cukup populer dikalangan pecinta tanaman hias atau bonsai karena coraknya yang beragam, selain itu juga menguntungkan. Hal itu dibuktikan oleh F Daniel Raja Here CPLA, warga Dusun Sembuh RT 02 RW 04 Desa Kebon Gunung Kecamatan Loano Kabupaten Purworejo Jawa Tengah. Kendati sibuk menjalankan profesinya sebagai jurnalis yang juga Ketua Perwarta, Ayah dua anak yang akrab disapa Bang Daniel ini mampu meraup untung jutaan rupiah per pekan berkat hobinya melilit batang berduri Bunga Kertas atau Bougenville.
Sentra budi daya tanaman hias berlabel Green House Bogelo (Bougenville Loano) milik Daniel memang belum sebesar namanya. Bangunan dengan arsitektur minimalis itu hanya berdiri di atas lahan seluas lapangan bola voli. Lokasinya yang masuk gang perkampungan sekitar 300 meter dari jalan raya Loano-Banyuasin tidak menampakkan adanya tanda-tanda sebuah kawasan budi daya tanaman hias yang tumbuh subur.
Namun, siapa sangka, lokasi sederhana itu adalah ladang rupiah.
“Awalnya saya hanya memanfaatkan pekarangan belakang rumah untuk sebatas hobi. Akan tapi, seiring berjalannya waktu banyak yang suka dengan koleksi saya dan membelinya. Akhirnya saya putuskan membangun sentra budi daya di samping rumah ini,” kata Daniel, Jumat (28/11/2025).
Pria yang juga dipercaya menjadi Ketua Rukun Warga (RW) di lingkungannya ini mengaku memang hobi bercocok tanam sejak muda. Karena itulah, aktivitas merawat Bougenvile bisa dilakoninya dengan ringan dan tanpa beban.
Diungkapnya, Hobi itu dimulainya pada awal pandemi Covid-19 tahun 2020, saat itu memaksa banyak orang untuk lebih banyak beraktivitas dari rumah, justru menjadi peluang mengembangkan hobi jadi bisnis. Namun pada tahun 2023 bisnis itu sempat berhenti karena sibuk dengan pekerjaan. Karena banyak permintaan ID baru, bisnis itu dimulainha lagi pada awal tahun 2024 hingga sekarang.
“Saat itu bisnis ini uda jalan bagus, karena pekerjaan ahirnya of dulu. Sekarang saya mulai lagi karena banyak yang tanya jenis/varian baru, dan hanya fokus di ID impor. Sebagian saya sambung sendiri, selebihnya saya biarkan asli (original), saya buat tempat khusus,” ujarnya.
Hasil tak mengkhianati usaha. Selain hobi tersalurkan, Daniel mendapatkan keuntungan. Bahkan, omzet penjualannya kini rata-rata mencapai Rp 6 juta – Rp 9 juta per pekan.
Kini, koleksi Bogelo berkembang pesat menjadi ratusan batang, terdiri atas aneka ID atau jenis. Beberapa di antaranya yakni Citra tiger, Black Monalisa, Citra Black, Madona, 7 Color, Golden Buttercup, Watermelon Varigata, Briza Magenta India, ini jenis ID yang lagi tren. Menggintom Baru, Murayama, Flame Kuning, Ekor Musang Kuning, Monalisa Oren, Ekor Musang Kuning, Buttercup, Brizza Ungu Varigata, Golden Pedro, masuk id lama. Ada pula jenis impor lainnya Sweet Moonlinght, Citra Royal, Lilac Gold, Cai-Cai dan masih banyak lagi varian lainnya.
Pemasarannya juga relatif mudah. Selain pembelian langsung atau offline, Bogelo memasarkan produknya melalui media online. Kisaran harga dibedakan menjadi dua pangsa pasar. Harga ramah dompet untuk ibu-ibu berkisar ratusan ribu. Sementara kalangan kolektor dan petani harganya bisa mencapai jutaan rupiah per bibit.
“Lewat online bisa, datang langsung lewat Green House Bogelo juga bisa. Penjualan sudah hampir seluruh Indonesia, terakhir kirim ke Manokwari Papua, Riau, Medan, Bali, NTB, NTT, Lombok, Kalimanta, Jakarta, Kuningan, Bandung, Sidoarjo, Kediri, Bojonegoro. Kami akan kirim dengan kemasan paket khusus agar tidak rusak sampai lokasi, dan juga bergaransi bila bibit tidak sesuai pesanan,” katanya.
Bagi Daniel, menanam Bougenville tak ada ruginya. Seperti tanaman pada umumnya, ketika belum laku tetap akan tumbuh dan membesar, sejauh itu harganya juga akan semakin tinggi. Belum lagi, jika telaten untuk melakukan sambung pucuk ataupun lilit.
“Misal modal satu bibit harga Rp10 juta tetap akan untung, karena tanaman ini tumbuh terus, bercabang dan bisa dibiakkan dengan sangat mudah. Perawatannya mudah sekali, bisa dikatakan tingkat keberhasilannya 90 persen,” ujarnya.
Lebih lanjut Daniel mengaku bersyukur hobinya mampu berkembang dan menambah penghasilan bagi keluarga. Lebih dari itu, membuka lapangan kerja bagi orang lain.
“Jadi selain menjadi hobi dan meningkatkan taraf ekonomi, saya juga memiliki misi sosial dari usaha ini,” tandasnya.
Salah satu Pembeli bernama Bagus, warga Purworejo mengungkapkan, ia tertarik bunga bougenville karena ragamnya yang banyak, bunganya juga cantik dan indah. Perawatannya juga relatif mudah, tidak mudah mati.
“Saya tanam untuk koleksi pribadi, kalau bisa menangkarkan dan pembiakan seperti Bang Daniel ya mungkin juga menjadi bisnis usaha,” cetusnya. (rif)







